PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCIENTIFIC INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPTIKA GEOMETRI DI KELAS X SMK TARUNA TEKNO NUSANTARA MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2020/2021

Authors

  • Zefania Hia STKIP Riama

Keywords:

model pembelajaran, scientific inquiry, quasi eksperiment, optika geometri, hasil belajar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Scientific Inquiry. Jenis penelitian adalah quasi eksperiment. Model pembelajaran Scientific Inquiry merupakan salah satu pendekatan pembelajaran konstruktivisme yang melibatkan siswa dalam suatu masalah dengan cara menghadapkan siswa dengan area penelitian. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X SMK Taruna Tekno Nusantara Medan semester genap yang terdiri dari 5 kelas yaitu 3 kelas jurusan TKJ dan 2 kelas jurusan RPL dengan jumlah total 154 orang. Sampel penelitian dua kelas dengan cara purposive sampling dimana peneliti langsung memilih sampel mana yang sesuai dalam penelitian, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X TKJ-A sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ-B sebagai kelas kontrol. Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen dengan model pembelejaran Scientific Inquiry dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berbentuk soal yang terdiri dari 20 butir dalam bentuk pilihan ganda dengan lima opsi (a, b, c, d, dan e) yang telah divalidasi untuk mengetahui hasil belajar siswa pada ranah kognitif dan lembar kerja siswa untuk mengetahui psikomotorik siswa, kemudian data yang didapatkan akan dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 49,852 dan kelas kontrol 47, hasil uji normalitas data pretes kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan mempunyai varians yang homogen. Nilai rata-rata postes kelas eksperimen adalah 79,705 dan kelas kontrol adalah 62,068, hasil uji normalitas data postes kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan mempunyai varians yang homogen. Analisis uji hipotesis diperoleh Thitung>Ttabel (7,037>1,65) pada taraf signifikan 95% dan taraf nyata α=0,05 berarti hipotesis diterima bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan dengan menggunakan model pembelajaran Scientific Inquiry terhadap hasil belajar siswa pada materi optika geometri di kelas X SMK Taruna Tekno Nusantara Medan tahun ajaran 2020/2021.

Downloads

Published

2021-08-28

Issue

Section

Articles