PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAUN PETAI CINA UNTUK PETUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KANGKUNG (Impomea reptana poir)
Keywords:
organik, petai cina, kailan, kangkungAbstract
Rendahnya hasil rata-rata produksi kangkung di Indonesi antara lain di sebabkan oleh pola pengembangan usahatani yang masih bersifat sampingan. Jenis kangkung darat ini banyak di tanam di lahan-lahan pekarangan, di atas tumpukan-tumpukan sampah, dan sebagian kecil di tanam secara intensif di lahan-lahan kering. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan, bahan tanam dan limbah, misalkan pupuk kandang (ternak besar dan kecil), hijauan tanaman rerumputan, semak, perdu dan pohon, limbah pertanaman (jerami padi, batang jagung, sekamm padi dll), dan limbah agro industri. Salah satu pupuk cair adalah Pupuk Organik Cair (POC) daun petai cina yang mempunyai kualitas tinggi dalam mengandung nitrogen (N). Penggunaan pupuk organik ini tidak akan meninggalkan residu pada hasil tanaman, sehingga aman bagi kesehatan manusia. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dengan prelakuan ; P0 : Kontrol (Tanpa Pupuk); P1 : 25 cc POC/liter air; P2 : 50 cc POC/liter air ; P3 : 75 cc POC/liter air. Setiap perlakuan terdapat 162 tanaman dan diulangan sebanyak 3 kali sehingga total tanaman dalam percobaan ini adalah 486 tanaman dan setiap perlakuan pada setiap ulangan di ambil 20 sampel secara acak. Hasil penelitian ini mennjukkan bahwa, Dosis yang terbaik Pupuk Organik Cair Daun Petai Cina untuk tanaman kangkung terdapat pada perlakuan P2 (50 cc/l air), yang menunjukkan nilai rata-rata produksi yang paling tinggi yaitu 20,91 gram, dan rata-rata paling rendah terdapat pada P0 kontrol (tanpa pupuka) yaitu 7,17 gram.