MANFAAT MULSA ORGANIK SERASAH DAUN BAMBU UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN GULMA PADA TANAMAN BAWANG PREI (Allium Porrum)
Keywords:
mulsa, organik, bawang preiAbstract
Bawang prei (Allium Porrum) atau kerap sekali disebut sebagai bawang daun termasuk salah satu jenis sayuran daun bahan bumbu dapur dan pencampur sayur-mayur yang populer diseluruh dunia. Tanaman ini diduga berasal dari kawasan Asia Tenggara, kemudian meluas ditanam di berbagai daerah (negara) yang beriklim tropis maupun sub-tropis. Peluang bisnis bawang daun cukup baik dan cerah karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat, terutama sebagai bahan sayuran dan bumbu penyedap masakan, di samping sebagai bahan pengobatan (terapi). Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap bawang daun sangat besar dan berkesinambungan. Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi, dan menjaga kelembaban, struktur, kesuburan tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma (rumput liar. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis Statistik deskriptif sederhana. Perlakuan yang digunakan adalah ; MO : Kontrol, M1 : 0,5 kg mulsa/plot, M2 : 1 kg mulsa/plot, M3 : 1,5 kg mulsa/plot. Dari hasil pengamatan populasi gulma pada tanaman bawang prei dapat dilihat bahwa pada rata-rata gulma terbanyak terdapat pada M0 yaitu perlakuan yang tidak menggunakan serasah daun bambu, dan paling sedikit terdapat pada perlakuan ketiga yaitu dengan daun bambu 1.5 kg.