PERENCANAAN SARANA HUNIAN PARIWISATA (HOMESTAY) DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL DANAU TOBA, DESA LUMBAN GAOL, KABUPATEN TOBA SAMOSIR - SUMUT
Keywords:
Sarana Hunian Pariwisata, Rumah Adat Toba, Desa Lumban Gaol, HomestayAbstract
Danau Toba merupakan salah satu dari 88 kawasan yang termasuk termasuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional. Pada tahun 2020D Danau menjadi salah satu dari 5 (lima) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas karena adanya tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan kawasan tersebut sangat potensial untuk menunjang devisa negara. Wujud dari kebijakan tersebut adalah diselenggarakannya kegiatan fasilitasi pembangunan dan peningkatan kualitas rumah swadaya mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba oleh Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Republik Indonesia. Tujuan kegiatan tersebut agar terwujud sarana hunian pariwisata (homestay) pendukung destinasi wisata yang memenuhi persyaratan rumah layak huni dan dapat mengakomodir fungsi rumah sebagai hunian sekaligus. Desa Lumban Gaol Kabupaten Toba merupakan salah satu desa yang menjadi sasaran kegiatan tersebut. Desa ini memiliki keindahan alam berupa hamparan pantai berpasir putih yang indah, dan rumah adat namun belum tersedia sarana hunian pariwisata yang memenuhi persyaratan rumah layak huni dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan melakukan perencanaan dan desain fasilitas hunian pendukung pariwisata (homestay) yang memenuhi persyaratan rumah layak huni, strandart pariwisata dan kearifan lokal di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini berlangsung selama bulan September – Desember 2020. Metode yang dilakukan adalah survei kondisi eksisting, analisis perencanaan arsitektural.